Implementasi Digitalisasi Pertanian di Kabupaten Kediri, Jawa Timur

Tjintapuri Durian Farm yang berlokasi di Banjar, Kalimantan Selatan, menanam lebih dari 3.000 pohon durian di lahan bekas tambang batu bara seluas 25 hektar sebagai bagian dari program reklamasi. Akibat El Nino dan ketidakefisienan operasional (pengairan manual dengan selang), kebun ini telah kehilangan lebih dari 600 pohon. Diperlukan waktu 3 hari untuk mengairi area seluas 8 Ha dengan 3 orang yang bekerja secara bersamaan.

Selain masalah kekeringan, berkurangnya tenaga kerja dan tingginya biaya operasional menjadi kendala bagi petani di Kediri. Bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, implementasi sistem irigasi otomatis membantu petani menghemat waktu saat musim kemarau, memungkinkan petani tetap menjalani kesibukan harian di lokasi lain. Untuk menunjang keberhasilan, pelatihan digitalisasi pertanian juga diberikan, mencakup penggunaan irigasi otomatis, sensor cuaca, fertigasi, dan pengelolaan data pertanian berbasis digital guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas

Dampak atas solusi yang BIOPS Agrotekno berikan antara lain :

Peningkatan efisiensi operasional hingga 30%

Pengurangan waktu irigasi dari 24 jam menjadi 1 jam

Temukan solusi yang tepat untuk meningkatkan keutungan kebun Anda

Kami dengan senang hati mendengar kebutuhan Anda

  • Ingin mencari informasi lebih banyak tentang solusi yang dimiliki BIOPS Agrotekno
  • Diskusi terkait permasalahan dan kebutuhan kebun Anda
  • Peluang kerja sama

Tinggalkan Informasi Anda di Sini

[turnstile]

Temukan solusi yang tepat untuk meningkatkan keutungan kebun Anda

Kami dengan senang hati mendengar kebutuhan Anda

  • Ingin mencari informasi lebih banyak tentang solusi yang dimiliki BIOPS Agrotekno
  • Diskusi terkait permasalahan dan kebutuhan kebun Anda
  • Peluang kerja sama